Rabu, 05 November 2014

7 Tips Orang Sukses

Kebanyakan dari Kita menginginkan sebuah kesuksesan. Namun sebagian besar diantaranya memiliki aktivitas yang berlainan dengan Mereka yang berujung pada kesuksesan. Oleh sebab itu, jika Anda memang benar-benar ingin berhasil. Maka cobalah contoh Mereka yang sudah lebih dahulu berhasil. Salah satunya adalah dengan menerapkan beberapa kebiasaan untuk meningkatkan produktivitas di bawah ini.
Image by abcnews.com
Image by abcnews.com

1. Tidak bekerja di zona nyaman
Kebanyakan orang mengira bahwa pemilik Ali Baba ataupun pemilik media sosial terbesar, yaitu Facebook membangun usaha Mereka dari titik yang nyaman. Padahal faktanya Mereka berdiri dari pijakan yang sangat sulit. Ditolak dengan jumlah yang tidak sedikit, bekerja siang dan malam dan tidak memikirkan perihal lainnya, termasuk kehidupannya sendiri, seperti makan dan bermain.

2. Tidak mengerjakan semuanya sendirian
Kita tahu bahwa orang yang dapat melakukan multitasking dalam setiap pekerjaan yang digeluti adalah suatu kehebatan dan keterampilan. Namun begitu, faktanya tidak ada manusia yang benar-benar memiliki kemampuan multitasking. Hal tersebut membuat semua pekerjaan terbengkalai dan hasilnya produktivitas menurun. Berbeda dengan orang-orang sukses, dimana Mereka hanya fokus pada satu tugas yang dianggap mampu dan menyerahkan sisanya pada orang lain.

3. Belajar sebelum melakukan segala hal
Kebiasan orang sukses selanjutnya adalah selalu belajar hal-hal baru serta memperluas jangkauan Mereka terhadap isu yang hadir setiap harinya. Mereka mengerti bahwa untuk meningkatkan produktivitas, tidak ada waktu untuk belajar sembari bekerja, karena hal tersebut dapat mengurangi hasil yang didapat.

4. Masa depan, bukan masa lalu
Orang sukses mengerti bahwa hal terpenting untuk meningkatkan produktivitas mereka adalah dengan fokus pada tujuan. Mereka sudah tidak lagi memperdulikan berapa banyak kegagalan-kegagalan yang sudah didapat di masa lalu. Semua hinaan, kerugian dan lelah yang lalu sudah dianggap usang dan tidak penting lagi. Contohnya saja Shahid Khan, seorang pengusaha terkenal pemilik klub sepak bola Fulham. Dia dahulu pernah menjadi seorang karyawan pencuci piring dengan gaji hanya $ 1,2 per jam dan kini Dia memiliki kekayaan bersih sebesar 3,8 miliar dollar.

5. Jujur pada diri sendiri
Steve Maraboli pernah berkata, �Berhenti berbohong kepada diri sendiri. Ketika Kita menyangkal kebenaran, sebenarnya Kita menyangkal potensi diri Kita sendiri�. Memang berbohong pada diri sendiri itu sangat mudah. Namun hal tersebut yang menjadi salah satu alasan mengapa banyak pengusaha gagal mencapai kesuksesan. Sebaliknya, sebagian besar orang-orang sukses percaya bahwa semua usaha akan selalu ada masalah, baik internal maupun eksternal. Oleh sebabnya, jujur terhadap diri sendiri amatlah penting.

6. Tidak berteman dengan orang-orang negatif
Penting bagi Mereka yang sukses untuk menjauhi orang-orang yang memiliki aura negatif. Hal tersebut karena Mereka tidak ingin tertular dari kebiasaan negatif yang timbul dan mengancam produktivitas serta etos kerja yang mereka kerjakan.

7. Menjadi pemimpin, bukan pengikut
Poin terakhir yang bisa Kita petik dari orang-orang yang sudah terlebih dahulu sukses terhadap masalah produktivitas adalah pemikiran untuk menjadi pemimpin, bukan dipimpin. Seperti yang disebutkan oleh Robert Frost, �Dua jalan bercabang di hutan, dan saya mengambil jalan yang jarang orang lalui sehingga saya membuat sebuah perbedaan�.

Rabu, 28 Mei 2014

Jawab Pertanyaan Sederhana Ini Sebelum Anda Menikah

Menikah merupakan keputusan yang besar. Itu mengapa kesalahan kecil sekalipun dapat mempengaruhi hubungan dalam jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, gunakan segala cara untuk memastikan bahwa calon pendamping Anda tersebut merupakan orang yang tepat. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menjawab pertanyaan di bawah ini bersama dengan pasangan.


1. Jika Kalian berdua menjadi seorang pengangguran, dari mana Kalian akan mendapatkan sumber kebutuhan?
Pertanyaan ini berhubungan dengan keuangan Anda dan pasangan nanti ketika sudah menikah. Jangan terlalu takut untuk menjawab dan pastikan bahwa Anda tidak berbohong. Dengan cara ini pula, Anda bisa menilai seberapa siap dan masuk akalnya perencanaan keuangan yang dipikirkan oleh calon pasangan Anda.


2. Jika Anda saat ini adalah seorang pekerja penuh waktu, dapatkah Anda menjadi orang tua penuh waktu?
Ketika belum menikah, peran Kita masih seputar dengan dunia pendidikan dan pekerjaan. Oleh sebab itu, kebanyakan orang mendedikasikan hidupnya hanya untuk bekerja dan bekerja. Namun begitu berbeda halnya ketika Anda sudah menikah. Menjadi orang tua adalah satu hal yang lebih penting dibandingkan bekerja. Oleh sebab itu tanyakanlah, apakah Anda dan pasangan sudah siap menjadi orang tua penuh waktu dan bersikap profesional.



3. Apakah ada mimpi baru yang ingin Anda wujudkan?
Sebagian orang menikah ketika Dia telah mencapai mimpi atau cita-cita yang selama ini ingin dicapai, termasuk dalam masalah karir, harta, jabatan dan sejenisnya. Pertanyaannya disini adalah, ketika Anda sudah mendapatkan itu semua, apakah Anda akan memunculkan impian dan cita-cita baru bersama pasangan atau tidak. Dengan mengetahui jawaban dari pertanyaan ini, Kita bisa tahu apa tujuan menikah sebenarnya dari kedua belah pihak.



4. Bagaimana cara Anda saling menasehati, membimbing dan menyayangi?
Kita patut tahu bahwa setiap orang memiliki sifatnya masing-masing. Ketika Anda ingin menikah, sudah sepantasnya Anda mengetahui karakteristik dari calon pasangan, mulai dari sikap hingga kebiasaan. Untuk mendapatkan jawaban akan hal tersebut, Anda bisa memberikan pertanyaan ini. Selain itu, usahakan untuk saling memberi jawaban yang lebih sensitif, termasuk hubungan dengan keluarga besar, mertua dan agama.


5. Apa hal yang membuat Anda nyaman dan tidak nyaman setiap harinya?
Terkadang suatu hubungan setelah menikah dapat dengan mudah rusak hanya karena kurangnya saling pengertian dan pengetahuan mengenai apa yang disukai antara kedua belah pihak. Oleh sebab itu, dengan pertanyaan sederhana ini, Anda dan pasangan dapat mengetahui, apa yang diinginkan dan apa yang tidak dinginkan, sehingga akan muncul saling pengertian.


6. Kapan Anda ingin memiliki anak dan berapa?

Pertanyaan terakhir yang harus Anda jawab sebelum menikah adalah kapan Anda siap untuk memiliki keturunan dan berapa jumlahnya. Seperti yang Kita tahu bersama, anak adalah simbol dari sebuah keluarga. Oleh sebab itu, mengetahui rencana apa yang dipikirkan oleh pasangan Anda adalah hal yang sangat penting. Selain itu, pertanyaan ini juga akan memudahkan Anda menyesuaikan keinginan pasangan dengan kenginan Anda berkenaan dengan hal-hal yang menyangkut dengan anak, termasuk kebutuhan hidup, pendidikan dan kasih sayang.