![]() |
| image by ak-hdl.buzzfed.com |
Michael Breus, PhD, seorang psikolog klinis di American Academy of Sleep Medicine menyebutkan bahwa kebanyakan orang yang pernah mengalami sleep paralysis berpikir bahwa Mereka seperti baru saja bangun dari kematian.
![]() |
| image by ak-hdl.buzzfed.com |
Ketika mimpi, tubuh akan mengaktifkan atonia, yaitu kemampuan alami untuk membuat otot menjadi lebih rileks. Dengan cara ini, tubuh akan terhindar dari cidera akibat gerakan badan yang mengikuti gerakan saat di dalam mimpi. Bagi sebagian orang, atonia tidak bekerja dengan normal, sehingga membuat pelakunya mengalami hal-hal gila, seperti tidur sambil berjalan.
Berbeda halnya dengan sleep paralysis. Orang-orang yang mengalaminya tetap lumpuh dan tidak bisa bicara dengan rem dari atonia. Namun otak Mereka terbangun, bahkan mata pun bisa saja terbuka. Hal ini membuat pasien sleep paralysis sadar bahwa tubuh Mereka tidak bisa digerakkan. Sebagian orang biasanya berusaha melawan, dengan mencoba berbicara meminta tolong ataupun menggerakkan tubuh. Namun hal tersebut akan berdampak pada dada yang terasa sesak.
![]() |
| image by ak-hdl.buzzfed.com |
Jika sedang bermimpi, maka halusinasi akan bekerja sembari Anda benar-benar tertidur pulas dengan mata tertutup. Namun untuk sleep paralysis, halusinasi akan terlihat benar-benar nyata. Hal tersebut karena sleep paralysis terjadi pada persimpangan, antara tidur dan sadar.
![]() |
| image by ak-hdl.buzzfed.com |
Sebagian pasien dari sleep paralysis mungkin dapat menggerakkan jari-jari kaki ataupun otot-otot wajah. Namun begitu, mereka dipastikan akan sulit, bahkan tidak bisa menggerakan bagian tubuh lain. Entah seberapa besar usaha yang dilakukan, Anda yang mungkin mengalaminya hanya dapat menunggu hingga keadaan kembali normal.
![]() |
| image by ak-hdl.buzzfed.com |
Siapapun Anda dan bagaimana pun pola hidupnya, adalah sangat mungkin untuk mengalami fenomena yang cukup aneh ini. Namun keadaan dan waktunya dapat bervariasi. Kebanyakan penderita sleep paralysis sendiri adalah orang-orang yang masih remaja menuju dewasa. Tapi dalam penelitian yang lebih khusus, fenomena ini banyak dialami oleh pelajar dan pasien kejiwaan.
![]() |
| image by ak-hdl.buzzfed.com |
Fakta terakhir mengenai sleep paralysis yang harus Anda ketahui adalah tidak adanya penyebab pasti mengapa fenomena ini bisa dialami oleh seseorang. Mungkin ada yang berpendapat bahwa posisi tidur tengkurap dapat menyebabkan fenomena ini atau ada pula yang berkata bahwa mengonsumsi obat kimia, depresi, stres bahkan gen dapat menjadi salah satu penyebabnya. Semua pendapat tersebut sah-sah saja, namun yang pasti, para peneliti menyebutkan bahwa fenomena sleep paralysis tidak memiliki penyebab dan tidak ada penjelasan secara rinci mengenai tahapan-tahapannya.
![]() |
| image by ak-hdl.buzzfed.com |







Tidak ada komentar:
Posting Komentar