Sabtu, 06 Juni 2015

Fakta yang Harus Kamu Ketahui Tentang Sleep Paralysis

Bayangkan ketika Anda tertidur, lalu dada terasa sesak. Anda tidak bisa menggerakkan setiap otot pada tubuh. Pandangan gelap, namun Anda merasa bahwa Anda ada disana dan sedang dalam keadaan bangun. Tubuh terasa terikat dan rasanya sulit untuk meminta tolong. Semua itu adalah satu dari sekian banyak gejala dari sleep paralysis. Suatu fenomena aneh yang akhir-akhir ini banyak diteliti oleh para ilmuwan. Ingin tahu apa saja fakta dibalik sleep paralysis? Berikut ulasannya untuk Anda.

image by ak-hdl.buzzfed.com
1. Rasanya agak seperti Anda baru bangun dari kematian.
Michael Breus, PhD, seorang psikolog klinis di American Academy of Sleep Medicine menyebutkan bahwa kebanyakan orang yang pernah mengalami sleep paralysis berpikir bahwa Mereka seperti baru saja bangun dari kematian.

image by ak-hdl.buzzfed.com
2. Lebih buruk dari mimpi buruk
Ketika mimpi, tubuh akan mengaktifkan atonia, yaitu kemampuan alami untuk membuat otot menjadi lebih rileks. Dengan cara ini, tubuh akan terhindar dari cidera akibat gerakan badan yang mengikuti gerakan saat di dalam mimpi. Bagi sebagian orang, atonia tidak bekerja dengan normal, sehingga membuat pelakunya mengalami hal-hal gila, seperti tidur sambil berjalan.

Berbeda halnya dengan sleep paralysis. Orang-orang yang mengalaminya tetap lumpuh dan tidak bisa bicara dengan rem dari atonia. Namun otak Mereka terbangun, bahkan mata pun bisa saja terbuka. Hal ini membuat pasien sleep paralysis sadar bahwa tubuh Mereka tidak bisa digerakkan. Sebagian orang biasanya berusaha melawan, dengan mencoba berbicara meminta tolong ataupun menggerakkan tubuh. Namun hal tersebut akan berdampak pada dada yang terasa sesak.

image by ak-hdl.buzzfed.com
3. Sleep paralysis dapat menimbulkan halusinasi
Jika sedang bermimpi, maka halusinasi akan bekerja sembari Anda benar-benar tertidur pulas dengan mata tertutup. Namun untuk sleep paralysis, halusinasi akan terlihat benar-benar nyata. Hal tersebut karena sleep paralysis terjadi pada persimpangan, antara tidur dan sadar.

image by ak-hdl.buzzfed.com
4. Anda tidak bisa melakukan apapun
Sebagian pasien dari sleep paralysis mungkin dapat menggerakkan jari-jari kaki ataupun otot-otot wajah. Namun begitu, mereka dipastikan akan sulit, bahkan tidak bisa menggerakan bagian tubuh lain. Entah seberapa besar usaha yang dilakukan, Anda yang mungkin mengalaminya hanya dapat menunggu hingga keadaan kembali normal.

image by ak-hdl.buzzfed.com
5. Sleep paralysis adalah fenomena alami yang dapat dialami siapa saja
Siapapun Anda dan bagaimana pun pola hidupnya, adalah sangat mungkin untuk mengalami fenomena yang cukup aneh ini. Namun keadaan dan waktunya dapat bervariasi. Kebanyakan penderita sleep paralysis sendiri adalah orang-orang yang masih remaja menuju dewasa. Tapi dalam penelitian yang lebih khusus, fenomena ini banyak dialami oleh pelajar dan pasien kejiwaan.

image by ak-hdl.buzzfed.com
6. Tidak ada penyebab yang pasti
Fakta terakhir mengenai sleep paralysis yang harus Anda ketahui adalah tidak adanya penyebab pasti mengapa fenomena ini bisa dialami oleh seseorang. Mungkin ada yang berpendapat bahwa posisi tidur tengkurap dapat menyebabkan fenomena ini atau ada pula yang berkata bahwa mengonsumsi obat kimia, depresi, stres bahkan gen dapat menjadi salah satu penyebabnya. Semua pendapat tersebut sah-sah saja, namun yang pasti, para peneliti menyebutkan bahwa fenomena sleep paralysis tidak memiliki penyebab dan tidak ada penjelasan secara rinci mengenai tahapan-tahapannya.

image by ak-hdl.buzzfed.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar