Sabtu, 07 November 2015

Kegiatan di Facebook Bisa Menentukan Keadaan Kamu Saat Ini

Menjadi pecandu Facebook kedengarannya menakjubkan. Namun begitu, ternyata menurut ilmu psikologi, terlalu berlebihan bermain Facebook merupakan salah satu tanda bahwa kehidupan Anda sedang dalam masalah. Bahkan jika dibiarkan, bisa jadi amat fatal. Oleh sebab itu, sebelum terlambat, sebaiknya ketahui dahulu keadaan Kamu saat ini.

Kegiatan di Facebook Bisa Menentukan Keadaan Kamu Saat Ini

1. Menggulir-gulir Facebook merupakan gejala dari procrastination (menunda-nunda).
Facebook adalah media sosial yang benar-benar mengkapitalisasi Anda untuk cenderung menunda-nunda semua aktivitas. Dengan fitur gulir (scroll) tak terbatas pada beranda (news feed) membuat Anda terus saja asyik bermain Facebook dan lupa segalanya.

Tidak peduli Anda gulir lagi dan lagi, Anda akan terus merasa senang. Di sana ada meme comic, ada status lucu, aneh dan status lainnya yang mengundang Anda untuk membacanya. Jadi di sini Facebook bukan dapat mengisi waktu luang, namun sudah membunuh waktu produktif Kamu.

2. Berbagi (sharing) secara berlebihan di Facebook merupakan gejala dari keraguan dan kesepian.
Facebook ini mirip dengan reality show TV yang sangat membosankan. Apakah Kamu benar-benar harus berbagi hal-hal yang aneh, semisal berbagi foto makan siang atau memberitahukan dimana Kamu berada. Hal-hal sepele semacam itu tidak dibutuhkan dan tidak memiliki nilai bagi kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu, ketika Kamu melakukannya, maka ini indikasi bahwa Kamu sedang kesepian dan putus asa. Selain itu mencari pendapat teman di Facebook bisa jadi tanda kebingungan.

3. Creeping (merayapi) Facebook merupakan tanda dari memberi kasih sayang di tempat yang salah.
Ini banyak terjadi, termasuk juga pengguna Facebook di seluruh dunia. Dengan menggunakan Facebook Kamu dengan mudahnya merayapi apapun, termasuk juga komentar, foto profil, biodata, note dan lain sebagainya. Hal ini terlihat baik, namun ketika Kamu melakukannya secara berlebihan (addict), maka jadi sangat absurd. Contoh saja, Kamu merayapi Facebook milik mantan. Tentunya ini menjadi tanda kasih sayang yang salah tempat.

4. Memeriksa pemberitahuan Facebook berlebihan merupakan gejala dari ketidaksabaran.
Tahukah Kamu jika notifikasi Facebook menyala merah, otak akan menerima suatu zat bernama dopamin. Zat tersebut merupakan salah satu bahan kimia di dalam otak yang menyebabkan Kamu untuk mencari kesenangan, semisal makanan, wanita atau bahkan obat-obatan. Mungkin kata �kesenangan� terlihat baik. Namun menurut ilmu medis dan psikologi, kesenangan di sini dapat merusak diri sendiri. Semakin Kamu menjadi budak dari notifikasi Facebook, maka kontrol diri akan semakin hancur dan membuat Kamu menjadi manusia yang tidak pernah sabar.

Coba saja buktikan. Ketika Kamu mendapatkan notifikasi �like�, maka Kamu merasa bahwa orang tersebut menyukaimu. Ini bisa jadi mempengaruhi perasaan dan menyebabkan kegilaan sesaat.

5. Refresh (menyegarkan) news feed atau beranda Facebook merupakan gejala dari rasa takut kehilangan (FOMO).
FOMO (fear of missing out) dalam bahasan psikologi ternyata bisa menjangkiti para pecandu Facebook. Setiap kali seorang pengguna Facebook menyegarkan halaman beranda Mereka, berarti Mereka sedang mengalami gejala yang menandakan dirinya terasa sedang kehilangan. Hal ini semakin menakutkan manakala Kamu ingin selalu mendapatkan informasi menarik dari Facebook dan menghilangkan hal-hal menarik di dunia nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar