Rajungan (Portunus pelagicus) adalah binatang yang termasuk ke dalam jenis kepiting. Rajungan juga sering disebut sebagai kepiting laut dan memiliki jenis yang cukup beragam, mulai dari rajungan biasa, karang, angin, batik, hijau, dan masih banyak lagi. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa binatang ini di Indonesia memiliki 1.400 jenis dan setiap jenisnya memiliki keunikan tersendiri.
Seperti disebutkan sebelumnya, rajungan hanya hidup di laut atau pada air asin. Hal tersebut juga yang mempengaruhi harga dari rajungan. Bahkan bisa dibilang, hewan ini sangat populer dan memiliki harga yang mahal di pasaran. Banyak diperjualkan untuk restoran-restoran ternama dan memiliki kelas yang tinggi di masyarakat.
Namun lebih daripada itu, di Indonesia rajungan bukan saja menjadi komoditas, namun juga merupakan bahan penelitian bagi para ilmuwan di bidang kesehatan. Hingga saat ini, penelitian akan kandungan gizi rajunganmasih dilakukan, sehingga banyak perubahan-perubahan pemahaman akan khasiat atau manfaat dari kepiting laut tersebut.
Meski begitu, setidaknya ada kesimpulan yang menyebutkan bahwa rajungan adalah binatang dengan kandungan kimia yang kaya akan nutrisi. Disebutkan dalam sebuah penelitian bahwa rajungan memiliki tiga jenis daging, yaitu daging super pada bagian bawah tubuh, daging reguler pada bagian sekat rongga badan berupa serpihan-serpihan, dan daging merah (clawmeat) yang berada di kaki serta capit.
Daging-daging tersebut diteliti dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Daging rajungan disimpulkan memiliki nilai gizi yang tinggi. Kandungan gizi ranjungan yang paling menonjol adalah protein, yang memiliki nilai lebih besar daripada kepiting. Selain itu, hewan ini juga kaya akan karbohidrat, fosfor, kalsium, dan zat besi. Lebih dari itu, rajungan juga diteliti memiliki beberapa jenis vitamin, khususnya vitamin A dan B1.
Dalam kesimpulannya, para peneliti mendapati bahwa dalam 100 gram daging kepiting dan rajungan (rata-rata) berturut-turut sebesar 14,1 gram, 210 mg, 1,1 mg, 200 SI, dan 0,05 mg/100 g.
Selain itu, masih ada penelitian lainnya yang dilakukan terhadap hewan bernama latin P. Pelagicus ini. Salah satunya yang dilakukan oleh Muchtadi dan Sugiyono. Mereka berdua mendapati bahwa ada beberapa senyawa menarik dan populer yang baik bagi tubuh manusia pada daging rajungan. Di antaranya adalah kalsium, karbohidrat, phosphor, zat besi, Vitamin A, dan Vitamin B.
Menurut mereka, rata-rata kepiting dan rajungan berutur-turut adalah 14,1 %, 210 mg/100 g, 1,1 mg/100 g, 200 SI, dan 0,05 mg/100 g.
Dari penelitian ini, bisa diketahui bahwa kandungan nutrisi pada rajungan bersaing ketat dengan kepiting yang sudah lebih dahulu dipercaya memiki nutrisi yang tinggi dan baik untuk dikonsumsi oleh manusia.
Selain itu, dari penelitian tersebut juga ditemukan bahwa kandungan protein pada rajungan betina lebih tinggi daripada rajungan jantan. Hal tersebut berbeda dengan kepiting yang memiliki kandungan protein lebih tinggi jantannya daripada betina.
Oleh - oleh khas Cirebon Krupuk Rajungan
Enak, Lezat, Bergizi dan Halal
Cuma Rp. 5.000/ons
Minat Hub : 089 660 588 686
Dari pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa kandungangizi rajungan cukup tinggi dan cocok dijadikan sebagai salah satu makanan sehat. Bahkan bisa pula daging rajungan ini masuk ke dalam jenis superfood.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar